Ayo bergabung bersama Kami, Komunitas Sehat Synergy!

Misi kami sangat sederhana, yaitu membantu Anda mendapatkan kesehatan berkualitas sekaligus memberikan kesempatan kepada Anda untuk membantu banyak orang menjadi lebih sehat. Sebuah misi mulia yang akan membuat dampak besar kepada hidup Anda dan lingkungan orang-orang yang Anda cintai. Saatnya Anda buat hidup Anda lebih bermakna dan bermanfaat buat hidup banyak orang.


Artikel Kesehatan

Ini Penyebab Badan Jadi Lebih Gemuk Pasca Lebaran

Pasca Lebaran dan libur panjang, banyak orang justru merasa stres dan tidak nyaman karena berat badan yang kian bertambah. Padahal, setelah sebulan berpuasa seharusnya bobot tubuh menurun dan menjadi lebih ideal. Apa yang terjadi?


Menurut pakar dan praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan, kegemukan dan kenaikan berat badan yang terjadi adalah akibat kumulatif dari pola makan yang dijalankan selama berpuasa. Terbiasa dengan makanan serba manis, gurih dan gorengan, di Hari Raya pun hasrat makan tersebut tak serta merta hilang.

"Ini kompensasi dari makanan. Saat puasa banyak makan karbohidrat sederhana jadi pada Hari Raya maunya cari yang manis. Karena mungkin pas Lebaran banyak makanan manis dan enak juga, orang jadi lupa diri," ucap dr. Phaidon.

Makanan manis dan tinggi gula yang banyak tersaji ketika Lebaran akan mengundang hasrat untuk terus makan. Seperti diketahui, makanan bergula dan karbohidrat sederhana akan cepat menaikkan kadar gula dalam darah tapi cepat juga menurunkannya.

Ketika gula darah turun, tubuh akan 'meminta' untuk makan lagi, lagi dan lagi. Akibatnya asupan kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang terbuang. Kelebihan kalori akan disimpan tubuh menjadi lemak, akibatnya jadi kegemukan.

"Kebanyakan orang puasa malah pada naik berat badannya karena makannya ekstra, lebih daripada biasanya," tambah dokter gizi dr. Johannes Chandrawinata, SpKG.

Salah satu cara untuk mencegah bobot tubuh meningkat pasca Ramadan dan Lebaran adalah membiasakan untuk menjalani pola makan sehat ketika berpuasa. Misalnya berbuka dengan tiga butir kurma dan air putih, atau buah segar dalam porsi yang cukup. Makan malam dengan nasi merah dan lauk yang tidak digoreng, serta memperbanyak makan buah dan mencukupi kebutuhan air putih.

Ketika sudah terbiasa dengan pola makan sehat saat berpuasa, maka tidak akan sulit menghindari makan makanan berlemak dan berkalori tinggi berlebihan saat Lebaran.

"Makan malam diupayakan jangan terlalu banyak walaupun terasa lapar. Makan karbo, protein dan sayuran, tetap jangan terlalu banyak. Apalagi yang banyak lemak, bersantan, dan semuanya digoreng," terang dokter yang berpraktik di Melinda Hospital, Bandung ini.

DAPATKAN ARTIKEL KESEHATAN DAN DETOX GRATIS!